Auxerre Yakin Rekrut Djibril Cisse

Senin, 26 Desember 2011 0 komentar


AJ Auxerre optimistis memulangkan eks pemain mereka, Djibril Cisse, yang kini bermain untuk Lazio.

Cisse dipersilakan hijrah dari Lazio, tetapi direktur olahraga Igli Tare bersikeras dengan menyatakan baru akan melepas jika diminta sang pemain sendiri. Auxerre sendiri diragukan mampu membeli permanen Cisse mengingat kondisi finansial mereka, tetapi presiden Gerard Bourgoin sudah mengatur siasat.

"Kami akan membahasnya pekan depan. Tidak disebutkan memang dia akan meninggalkan Italia, tetapi kalau dia tidak bermain di Lazio...," ujarnya kepada L'Yonne Republicaine.

Bourgoin bahkan sudah memiliki rencana dalam mengumpulkan dana transfer Cisse.

"Saya pikir sekarang mungkin sudah terlambat, tetapi kalau 10 ribu fans menyumbangkan 100 euro, kami bisa mendatangkan Cisse," imbuhnya.

"Sekarang, kalau fans ingin membantu klub dengan mendatangkan Cisse, mereka tahu apa yang harus dilakukan."
http://www.goal.com/id-ID/news/1363/sepakbola-prancis/2011/12/26/2817929/auxerre-yakin-rekrut-djibril-cisse

Chievo Tahan Lazio Tanpa Gol

Kamis, 22 Desember 2011 0 komentar

Sergio Pellissier, Cristian Ledesma - Lazio-Chievo (Getty Images)

Chievo berhasil menahan imbang tanpa gol Lazio saat berlaga di Stadio Olimpico, Kamis (22/12) dinihari WIB. Hasil imbang ini membuat Lazio harus rela bertahan di peringkat empat dengan raihan 30 angka dari 16 angka.

Pada pertandingan ini, Lazio sebenarnya lebih unggul dalam penguasaan bola atas Chievo. Sayangnya, penyelesaian akhir yang belum sempurna membuat peluang-peluang Lazio selalu saja kandas di ujung gawang lawannya.

Di lima menit awal, Chievo sempat mencecar barisan pertahan Lazio lewat serangan Marco Andreolli dan Bostjan Cesar. Tetapi dua kali serangan ini masih bisa dimentahkan oleh kiper dan barisan pertahanan Lazio.

Lazio baru mulai memberikan ancamannya setelah memasuki menit ke-8 lewat Miroslav Klose. Tetapi tendangan pemain Jerman ini masih meleneceng ke sisi kiri gawang Chievo.

Setengah jam berjalan, Lazio kembali lagi memperoleh kesempatan. Namun usaha yang dilakukan Hernanes itu juga tak kunjung membuahkan hasil.

Memasuki babak kedua, kondisi tak juga berubah. Meski kedua tim berupaya saling menyerang, namun tetap saja tak ada gol yang bisa tercipta.
http://www.goal.com/id-ID/match/63848/lazio-vs-chievo/report

Giampiero Pinzi Gagalkan Kemenangan Lazio

Selasa, 20 Desember 2011 0 komentar

Lazio gagal memetik kemenangan saat dipaksa bermain imbang 2-2 oleh Udinese di hadapan publik setianya yang memadati Stadio Olimpico, Senin (19/12) dinihari WIB. Dalam pertandingan itu, Giampiero Pinzi menjadi penyelamat Udinese setelah golnya menjadi penentu bagi hasil imbang. 

Dengan hasil itu, Lazio harus puas dengan 29 angka, sementara Udinese dua poin lebih baik.

Udinese memulai laga dengan tidak meyakinkan. Akan tetapi, tim yang pekan lalu sempat menduduki capolista itu bisa memimpin lebih dulu lewat gol Antonio Torro Flores.

Umpan silang Giovanni Pasquale berhasil dimaksimalkan Flores dengan sundulan. Skor pun berubah menjadi 1-0.

Baru di menit 43 tuan rumah bisa menyamakan kedudukan. Memanfaatkan performa buruk Dusan Basta di jantung pertahanan Udinese, Senad Lulic bisa mencuri kesempatan melepas tendangan yang gagal dihalau Samir Handanovic.

Di awal babak kedua, Lazio balik memimpin. Tendangan keras Miroslav Klose mengenai Damiano Ferroneti dan masuk ke gawang timnya sendiri.

Tapi di pertengahan laga di babak kedua, Pinzi bisa mencuri gol ke gawang Bizzari dengan tendangannya usai mendapat bola dari Antonio Di Natale.
http://www.goal.com/id-ID/match/64002/lazio-vs-udinese/report

Reja ready for Udinese test

Minggu, 18 Desember 2011 0 komentar


Lazio manager Edy Reja said he is eyeing all three points when his side take on Udinese in Serie A on Sunday.

Reja's men, who sit fourth in the table, could leapfrog third-placed Udinese with a win at the Stadio Olimpico, and will enter the fixture on the back of a four-game unbeaten run.

Reja said little has split his side from Udinese in the past 12 months, but said he felt his side had a greater injection of talent from last season which should see them over the line on Sunday.

"It is impossible to say that the form of Udinese and Lazio is surprising, since both of us have ended last year's championship around 4th and we think we have added better quality and experience and up to now the results are showing that this season," Reja said.

"The same goes for Udinese. Right now they're the in-form team and are (the) best team of the championship since they have won most matches. If I'm not mistaken, they have won nine matches; therefore they have won more matches compared to the other teams. "

"They have 30 points, but we're very close to them and wish to make better than last year, when they have been allowed to the Champions League and we have qualified for the Europa League. Right now we're having both great satisfactions and my wish would be to defeat them and go above them in the table."

"This would represent an important revenge, even if this is not determining in the championship right now. But if we managed to defeat Udinese, we could increase even more Lazio's value."
http://www.soccerway.com/news/2011/December/18/reja-ready-for-udinese-test/

Edy Reja: Lazio Pantau Bursa Transfer

Jumat, 16 Desember 2011 0 komentar

Edy Reja - Lazio (Getty Images)

Pelatih Lazio Edy Reja merasa gembira dengan kesuksesan mereka mengalahkan Sporting Lisbon di ajang Liga Europa.

Dan sekarang Reja menyatakan bahwa pihaknya sedang memantau bursa transfer bulan Januari untuk mencari pemain-pemain yang dibutuhkan oleh Lazio agar tetap mampu bersaing dalam tiga kompetisi yang mereka ikuti.

Seperti yang diketahui, Lazio masih belum tersingkir dari ajang Liga Europa dan mereka juga masih mengikuti dua kompetisi domestik, Serie A Italia dan Coppa Italia.

"Jika ada transfer yang akan dilakukan, maka saya pikir Presiden Claudio Lotito sudah bersiap. Kami sedang memantau bursa transfer, termasuk pemain-pemain muda," ujar Reja.
http://www.goal.com/id-ID/news/1353/sepakbola-italia/2011/12/15/2803248/edy-reja-lazio-pantau-bursa-transfer

Lazio Susul Sporting Lisbon Ke Babak 32 Besar

Kamis, 15 Desember 2011 0 komentar

Evaldo & Cissè - Lazio-Sporting - Europa League (Getty Images)

Lazio akhirnya lolos ke babak 32 besar Liga Europa setelah meraih tiga angka pada matchday pamungkas Grup D, Kamis (15/12) dini hari WIB. Wakil Italia membukukan kemenangan 2-0 atas tamunya, sang juara grup Sporting Lisbon di hadapan pendukungnya sendiri di stadion Olimpico Roma.

Pertandingan ini menjadi laga hidup mati bagi Lazio yang juga diwajibkan mengemas gol lebih banyak ketimbang FC Vaslui. Klub asal Rumania itu sama-sama mengemas enam poin dan masih berpeluang menyusul Sporting ke babak 32 besar berkat catatan head-to-head yang lebih baik atas Lazio.

Tekad kuat Lazio meraih poin penuh di hadapan pendukungnya jelas terlihat sejak laga dimulai. Striker Libor Kozak beberapa kali membuka peluang bagi timnya, meski belum berhasil mengkonversikannya menjadi gol.

Meskipun telah mengamankan tiket ke babak selanjutnya, bukan berarti Sporting bermain santai. Sejumlah pelanggaran yang dilakukan para pemain dari kedua tim menjadi gambaran tingginya tensi pertandingan dini hari ini.

Armada Laziale akhirnya bersorak di menit ke-42 setelah Kozak berhasil menjebol gawang Marcelo. Berawal dari kejelian gelandang Senad Lulic yang melepaskan umpan silang dari sisi kiri lapangan, Kozak dengan cepat menyambar bola dengan kepalanya dan membawa skuad Biru Langit unggul 1-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Sporting agaknya tidak berniat memberikan kemudahan bagi Lazio. Gelandang muda Andre Santos kembali menguji ketangguhan kiper Albano Bizzarri melalui beberapa peluang yang diciptakannya. Beruntung, Bizzarri masih sanggup mengamankan gawangnya.

Giuseppe Sculli membuat stadion Olimpico kembali bergemuruh setelah membawa Lazio unggul dua gol di menit ke-55. Bek Modibo Diakite membuka serangan ke daerah pertahanan Sporting sebelum melepaskan umpan kepada Sculli, yang berhasil lolos dari jebakan offside dan memaksa Marcelo kembali memungut bola dari gawangnya.

Sporting sama sekali tidak mengendurkan serangan hingga penghujung babak kedua. Namun, keunggulan 2-0 Lazio tidak berubah hingga wasit menghentikan pertandingan di menit 92. Lazio dipastikan lolos ke babak 32 besar menyusul kekalahan 1-0 FC Vaslui oleh FC Zurich, yang menjadi juru kunci Grup D.
http://www.goal.com/id-ID/match/66085/lazio-vs-sporting/report

Ivica Olic Tunggu Langkah Kongkret Lazio

Rabu, 14 Desember 2011 0 komentar

FC bayern Munich, Ivica Olic

Setelah memutuskan untuk meninggalkan Bayern Muenchen di bursa transfer Januari, Ivica Olic kebanjiran tawaran bermain dari beberapa klub Eropa.

Lazio termasuk salah satu klub yang tertarik untuk meminangnya. Pihak klub kabarnya sudah memantau langsung kemampuan Olic di lapangan.

Kepada Tuttosport, Olic mengaku senang Lazio tertarik dengannya. Namun dia berharap ada tindak lanjut untuk bisa membawanya meninggalkan Allianz Arena.

"Saya merasa tersanjung tim seperti Lazio dihubungkan dengan saya dan saya harap ada usaha lebih dari sekadar ketertarikan saja," ujar Olic.

Juga ditegaskannya bahwa keputusan meninggalkan Bayern sudah bulat.

"Saya ingin meninggalkan Bayern pada Januari. Saya sudah taklagi masuk dalam rencana pelatih dan hal itu bisa mengancam peluang saya tampil di Piala Eropa 2012," tandasnya.
http://www.goal.com/id-ID/news/784/transfer-pemain/2011/12/13/2800699/ivica-olic-tunggu-langkah-kongkret-lazio

Federico Marchetti Absen Sebulan?

Senin, 12 Desember 2011 0 komentar

Federico Marchetti - Lazio (Getty Images)

Kabar buruk untuk Lazio. Pilihan utama di bawah mistar, Federico Marchetti, terancam mesti beristirahat sekitar sebulan lamanya.
Il portiere berusia 28 tahun itu diduga mengalami cedera otot paha dalam kemenangan Lazio 3-2 di markas Lecce, kemarin malam.

Ketika berusaha berlari mengejar bola dalam partai giornata 15 Serie A tersebut, Marchetti mendadak meringis kesakitan dan mesti digantikan oleh Juan Pablo Carrizo sejak menit ke-64.

Memang masih dibutuhkan serangkaian pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan dampak cederanya, namun apabila akhirnya vonis ternyata sesuai diagnosa awal, Marchetti harus ditepikan selama sebulan.
http://www.goal.com/id-ID/news/1353/sepakbola-italia/2011/12/11/2797539/federico-marchetti-absen-sebulan

Marchetti out for a month?

Minggu, 11 Desember 2011 0 komentar


The initial diagnosis suggests Lazio goalkeeper Federico Marchetti will be out for at least a month.

The shot-stopper was running after a misplaced pass during today’s 3-2 win away to Lecce when he suddenly pulled up.

Marchetti was clutching the back of his right leg and the initial reports suggest he has suffered a thigh strain.

If the damage is confirmed, he could be out for at least a month.
http://www.football-italia.net/node/13683

Ledesma's Azzurri appeal

0 komentar


“I don’t understand why Cesare Prandelli decided to drop Cristian Ledesma from the Italy squad,” said the Lazio man’s agent.

The Argentine has an Italian passport and was called to represent the Azzurri, but hasn’t been part of the side for some months.

“The lad is having truly a great season at the highest level. I don’t understand why Prandelli decided to drop Ledesma after the Romania game,” noted agent Vincenzo D’Ippolito.

“With his characteristics, he’d be very useful for the Nazionale’s tactics.”

Ledesma has impressed for Lazio, who are pushing for the top spots in Serie A this term.

“The team has grown a great deal thanks to the new players who have arrived. This can be a very positive season.”
http://www.football-italia.net/node/13673

Reja's sigh of relief

0 komentar



Edy Reja is not afraid to admit Lazio “were very lucky, as Lecce deserved at least a point from this game.”

The Biancocelesti snatched a last-gasp 3-2 victory at the Stadio Via del Mare with Miroslav Klose’s brace after surviving several scares.

“We know Klose’s strength and if you leave him for a second in the penalty area, he will not let you get away with it,” smiled the Coach.

“Today we can say without doubt that we had problems and were very lucky. I expected a different performance, as my men suffered for the entire match.

“We were able to bring home the three points thanks to our strikers. I appreciate the way the team fought on a difficult evening, though.

“Lecce deserved at least a point from this game.”
http://www.football-italia.net/node/13677

Edy Reja: Lazio Beruntung Bisa Menang

0 komentar

Edy Reja - Lazio (Getty Images)

Pelatih Lazio tidak ragu menyebut timnya beruntung bisa mengakhiri laga melawan Lecce dengan kemenangan 3-2. Edy Reja bahkan menyebut lawannya tersebut layak meraih satu poin.

Aksi menawan penyerang veteran Mirolslav Klose di Stadio Via del Mare dengan menyumbang sepasang gol memberikan senyum lebar bagi loyalis Biancoceleste yang dibuat ketar-ketir di sepanjang pertandingan.

"Kami tahu persis kualitas Klose. Jika Anda membiarkannya lepas dari pengawalan, dia akan memberi hukuman menyakitkan," kata Reja sambil tersenyum.

"Hari ini kami tampil dengan segudang masalah tetapi beruntung. Lazio menderita sepanjang pertandingan."

"Saya menghargai perjuangan keras para pemain di malam yang sulit. Berkat aksi pantang menyerah para pemain depan, kami sukses menuai tiga poin."

"Tetapi sebenarnya Lecce pantas meraih setidaknya satu poin," tandasnya.
http://www.goal.com/id-ID/news/1353/sepakbola-italia/2011/12/11/2797397/edy-reja-lazio-beruntung-bisa-menang

Round-Up Serie A Italia: Lazio & Genoa Curi Tiga Angka Di Kandang Lawan

0 komentar

David Di Michele & Cristian Ledesma - Lecce-Lazio (Getty Images)

Lecce 2-3 Lazio
Lecce yang menempati peringkat terbawah di klasemen Serie A Italia, memberi perlawanan hebat pada tamu mereka, Lazio. Gol Miroslav Klose di penghujung pertandingan akhirnya memastikan Lazio meraih angka penuh di pertandingan ini.

Lecce sepat unggul terlebih dahulu pada menit ke-12 melalui tendangan penalti David Di Michele. Penalti tersebut didapat setelah kiper Lazio, Federico Marchetti melanggar Di Michele di kotak penalti.

Berhasil unggul terlebih dahulu membuat Lecce semakin bersemangat dalam memberi tekanan ke pertahanan Lazio. Namun, pada menit ke-28 justru Lazio yang mampu mencuri gol untuk menyamakan kedudukan, gol tersebut dicetak oleh Klose melalui sontekan di dalam kotak penalti.

Pada babak kedua, Lazio langsung menggebrak pertahanan Lecce, dan hasilnya baru dua menit paruh kedua berjalan Lorik Cana berhasil membuat tim tamu unggul 2-1. Namun, Lecce secara mengejutkan menyerang balik dan berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-59 melalui gol Stefano Ferrario.

Di 30 menit waktu yang tersisa, kedua tim tampak selalu gagal menyelesaikan peluang mereka, sehingga hasil imbang 2-2 tampak akan menjadi hasil akhir pertandingan ini. Tetapi Klose tidak menyerah, pada menit ke-87, dia berhasil menanduk umpan silang Djibril Cisse untuk memastikan Lazio membawa pulang tiga poin.

Siena 0-2 Genoa
Genoa berhasil mencatatkan kemenangan pertama mereka dalam laga tandang saat melakoni laga away menghadapi Siena di stadion Artemio Franchi. Genoa berhasil memukul tuan rumah dengan skor 2-0.

Pada babak pertama, Siena memiliki peluang yang lebih baik daripada tamunya tersebut. Namun kedua tim gagal mengonversi peluang mereka menjadi gol hingga babak pertama berakhir sehingga kedudukan 0-0 bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, permainan berjalan lebih terbuka, namun tim tamu berhasil memanfaatkan hal tersebut dengan baik. Pada menit ke-56, Marco Rossi berhasil menjebol gawang Siena memanfaatkan kemelut di depan gawang tuan rumah, dan mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Siena seharusnya dapat menyamakan kedudukan di pertengahan babak kedua, namun sauang tembakan Mattia Destro masih membentur mistar gawang meskipun sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Terus ditekan, Genoa mampu mencuri gol kedua melalui Rodrigo Palacio di menit ke-90 yang sekaligus memastikan Genoa berhasil membawa pulang tiga poin.
http://www.goal.com/id-ID/news/1353/sepakbola-italia/2011/12/11/2796810/round-up-serie-a-italia-lazio-genoa-curi-tiga-angka-di

Edy Reja: Kemenangan Atas Novara Fundamental

Rabu, 07 Desember 2011 0 komentar

Edy Reja - Lazio (Getty Images)

Edoardo "Edy" Reja menyebut keberhasilan Lazio mengamankan tiga poin penuh kala menerima kunjungan Novara di Olimpico, Senin (5/12) malam, sebagai hal yang fundamental.

I Biancoceleste melesakkan tiga gol tanpa balas ke gawang kawalan Samir Ujkani melalui sepasang torehan Tomasso Rocchi yang menambah gol pembuka skor Giuseppe Biava.

Hasil gim giornata 14 Serie A itu mengembalikan jarak Lazio dengan Juventus di pucuk klasemen menjadi empat angka, dan dua poin dengan AC Milan serta Udinese.

"Ini sebuah tes kematangan bagi kami, dan saya meminta para pemain untuk bermain dengan temperamen yang tepat," kata sang pelatih dilansir Football Italia.

"Kemenangan ini fundamental demi kembali menghirup udara dekat dengan puncak tabel," tambahnya.
http://www.goal.com/id-ID/news/1353/sepakbola-italia/2011/12/06/2790005/edy-reja-kemenangan-atas-novara-fundamental

Mature Lazio impress Reja

Selasa, 06 Desember 2011 0 komentar


Lazio boss Edy Reja has praised his side for the way they professionally disposed of Novara on Monday night.

The Biancocelesti consolidated fourth in Serie A by collecting a 3-0 win over the struggling minnows at the Olimpico.

Tommaso Rocchi scored twice and Giuseppe Biava got the other as the capital club moved to within four points of Juventus, two behind Milan and Udinese.

“It was a test of our maturity and I asked my players to perform with the right temperament,” the tactician noted.

“This win was fundamental to get back to breathing the air near the top of the table.”

Rocchi’s two goals rewarded Reja with the decision to start the Italian instead of the struggling Djibril Cisse – who hasn’t scored in Serie A since their first game of the season at Milan.

“Cisse? Everyone is a first team player here,” the former Napoli boss continued. “I was just disappointed that he hit the post.

“If this level of sacrifice is maintained then I will always have numerous options open to me. When you have a squad like I have then it is easy to work.”

Lazio are away to Lecce next weekend.
http://www.football-italia.net/node/13525

Lazio Libas Novara 3-0

0 komentar

Lazio memetik kemenangan meyakinkan 3-0 atas tamunya, Novara, pada lanjutan Serie A Italia, Senin (5/12) malam waktu setempat.

Bertanding di hadapan pendukung sendiri, Lazio langsung tancap gas begitu pertandingan dimulai. Tendangan bebas Cristian Ledesma harus diantisipasi dengan cermat oleh Ivan Radovanovic, sementara Alberto Ludi harus mematahkan pergerakan Miroslav Klose yang merangsek masuk kotak penalti.

Penjaga gawang Samir Ujkani melakukan penyelamatan gemilang saat mencegah Tommaso Rocchi mencetak gol pada menit ke-15. Ini merupakan penampilan pertama Ujkani sejak kehilangan empat gigi pada pertandingan melawan Bologna, Oktober lalu. Namun, semenit berselang Ujkani memungut bola dari dalam gawangnya setelah dibobol sundulan Giuseppe Biava.

Tak mau melepas angin, Lazio menggandakan keunggulan pada menit ke-23. Tendangan bebas Ledesma dari sisi kanan disambut sempurna oleh Rocchi. Keunggulan ini bertahan hingga jeda meski gawang Federico Marchetti nyaris bobol akibat keteledoran Biava. Beruntung Raffaele Rubino gagal memanfaatkan kesempatan tersebut.

Klose melepas peluang emas menambah keunggulan Lazio di awal babak kedua. Menerima umpan terobosan Hernanes, Klose berhasil menaklukkan Ujkani, tetapi eksekusinya meleset. Sungguh kegagalan yang sangat disayangkan.

Tempo pertandingan cenderung menurun, tetapi bergairah kembali ketika Rocchi menceploskan gol keduanya pada pertandingan ini. Berlari masuk dari tengah, Rocchi bertukar umpan dengan Alvaro Gonzalez sebelum menaklukkan Ujkani.

Djibril Cisse dimasukkan Edy Reja pada menit ke-77 untuk mempertahankan ritme pertandingan Lazio. Hampir saja penyerang Prancis itu mencetak gol kalau saja tendangannya tidak menghantam tiang. Peluang itu terjadi semenit saja setelah Cisse menginjakkan kaki di atas lapangan.

Lazio tak lagi mampu menambah gol ke gawang Novara, termasuk upaya Klose yang mampu dimentahkan Ujkani. Peluang emas Novara menciptakan gol terjadi ketika umpan silang Marco Rigoni diteruskan Jeda, tetapi gagal dimanfaatkan dengan sempurna oleh Luigi Giorgi.

Hasil ini mempertahankan Lazio di posisi empat besar klasemen dengan jarak dua poin dari zona Liga Champions.
http://www.goal.com/id-ID/match/63982/lazio-vs-novara/report

Cisse' explains Twitter outburst

Sabtu, 03 Desember 2011 0 komentar

Djibril Cissè assures he “would never insult Lazio fans” after a startling attack on “haters” via his Twitter feed.

Within minutes of the 0-0 Europa League draw with Vaslui, the former Liverpool striker took to his Twitter page to blast critics.

“All of you f****** like to talk. You will regret your words soon. Bye, you bunch of idiots,” he wrote in English.

“You will see who I really am. I will make all of you haters regret your words.”

However, this afternoon Cissè returned to Twitter in order to clarify his position, this time writing in Italian.

“Hello to everyone! I wanted to clarify the situation. The tweet I wrote after the game was for all those who insulted me on my page.

“I never insulted the Lazio fans and I never will. They always supported me and continue to do so. For the real fans who support me, I would never insult you. I respect you and will fight for you to the end.

“Forza Lazio always!!!”

Preview: LAZIO vs NOVARA

0 komentar

Lazio’s ambitions took a hammer blow last week and if they don’t beat Novara then it’ll be called a full-blown crisis.

The Biancocelesti were even considered Scudetto contenders by some during the first few rounds, but Edy Reja is back under pressure. With one point from the last two games and not a single goal scored, their 0-0 away to Napoli was a decent result, but the 1-0 home defeat to Juventus effectively killed off title dreams.

To crank up the tension further, a deeply disappointing 0-0 Europa League draw against Romanians Vaslui means qualification is out of their hands. Djibril Cissè has been most under fire due to his goal drought, the longest of his playing career, and the Frenchman exploded on Twitter. “All you ****ers like to talk, you will regret your words soon. Bye bye you bunch of idiots. You will see really who I am, I will make all of you haters regret your words.”

In part because of this outburst, Cissè could be dropped in favour of Tommaso Rocchi, who’ll join Miroslav Klose and Hernanes in the Monday night kick-off. Lazio must do without the injured Cristian Brocchi, Andre Dias, Libor Kozak, Stefano Mauri, Javier Garrido, Francelino Matuzalem and Stephen Makinwa.

If Lazio are plunging, then Novara have finally seen the light at the end of the tunnel. Without a win since beating Inter 3-1 on September 20, they fought back to upset Parma 2-1 and revive their fortunes. It was a much-needed boost for the minnows, who had previously managed just three points from the preceding eight games.

The attack is a major problem for Novara, who only on four occasions have scored more than one goal in a single game. This is why it’s particularly galling that an appeal against Riccardo Meggiorini’s three match ban was rejected this week. Giuseppe Gemiti is also suspended, joining the injured Massimo Paci, Taka Morimoto, Andrea Lisuzzo and possibly also Paolo Hernan Dellafiore and Alex Pinardi on the sidelines.

Goalkeeper Samir Ujkani should make his Serie A comeback after breaking his jaw, nose and losing four teeth in a horrific accidental collision with teammate Michel Morganella on October 16. He tested out the new protective mask during the midweek Coppa Italia 3-2 victory over Catania.

Keep an eye on: Miroslav Klose (Lazio) – The German veteran has been the shining light for Lazio this season and a great bargain on a free transfer from Bayern Munich, netting six times in 11 Serie A games. Recent setbacks show when he is absent, the Biancocelesti struggle to find the net.

Form Guide: Lazio (D W W D L) Novara (D D L L W)

Stat fact: Novara have only ever beaten Lazio away from home once in 17 official attempts. That was a 3-1 Serie A triumph on May 4 1952, along with 12 defeats and four draws in all competition. They’ll want to forget the 1973 Coppa Italia match that ended 6-0.

Lazio (probable): Marchetti; Konko, Diakitè, Biava, Radu; Gonzalez, Ledesma, Lulic; Hernanes; Klose, Rocchi

Novara (probable): Ujkani; Morganella, Centurioni, Ludi, Garcia; Porcari, Radovanovic, Rigoni; Mazzarani; Granoche, Rubino
http://www.football-italia.net/SerieA/match/preview/9702

Arsenal Dan Lazio Bersaing Kejar Lukas Podolski

0 komentar

Beberapa pekan terakhir ini kabar rencana hengkangnya Podolski dari FC Koln semakin mengemuka. Pemain berusia 26 tahun itu ingin berlaga di klub yang lebih kompetitif karena Koln dianggap kurang bisa berkembang.

Beberapa klub top Eropa berminat mendapatkan penyerang asal Jerman tersebut. Arsenal dan Lazio merupakan dua klub yang paling gencar diberitakan ingin mendatangkan Podolski.

Arsenal mengincar pemain yang akrab disapa Poldi itu karena dianggap bisa cocok dengan pola permainan tim asuhan Arsene Wenger tersebut. Poldi bisa diplot sebagai striker maupun gelandang sayap kiri.

Namun menurut berita dari talkSPORT, The Gunners harus bersaing keras dengan Lazio yang berencana akan melayangkan tawaran pada bursa transfer Januari mendatang.

Arsenal harus bergerak cepat dan menyiapkan tawaran yang pantas bagi Poldi. Di sisi lain, mereka juga berencana mendatangkan gelandang Borussia Dortmund, Mario Gotze pada pertengahan musim ini.

Dengan situasi tersebut, Arsenal diyakini harus menetapkan prioritas mereka, yaitu mendatangkan seorang penyerang atau gelandang baru.
http://www.goal.com/id-ID/news/784/transfer-pemain/2011/12/03/2785081/arsenal-dan-lazio-bersaing-kejar-lukas-podolski

Dikritik, Djibril Cisse 'Serang' Balik

0 komentar

Djibril Cisse 'mengamuk'. Tidak hanya di dalam lapangan dan depan gawang lawan, tapi juga di akun Twitter-nya.

'Amukan' Cisse tak bisa dilepaskan dari performa yang ditunjukkan di musim ini, di mana dia mendapat kritik dari sejumlah pihak dengan dinilai kurang total memberikan kontribusi.

"Kalian biasanya bicara saja!" hardik Cisse usai laga Liga Europa melawan Vaslui di Rumania dinihari tadi.

"Kalian akan menyesali apa yang sudah kalian katakan. Selamat tinggal para idiot," kicaunya.

Tapi Cisse juga menegaskan ingin menjawab kritik tersebut dengan penampilan bagus di lapangan.

"Kalian akan segera melihat siapa saya sebenarnya. Saya akan membuat kalin menyesali kata-kata kalian. Bagi fans sejati saya, saya berterima kasih atas dukungannya. Untuk suporter sejati, saya akan kembali mencetak gol, saya janji itu," lanjut Cisse.
http://www.goal.com/id-ID/news/1353/sepakbola-italia/2011/12/02/2784240/dikritik-djibril-cisse-serang-balik

Lazio Held in Roma

Jumat, 02 Desember 2011 0 komentar


Lazio’s Europa League progression is now out of their hands after they were held to a goalless draw in Romania.

In the penultimate match of their Group D campaign, both the Aquile and their opponents Vaslui knew that a win would take them into the knockout stages.

Edy Reja was without the injured Andre Dias and ineligible Lionel Scaloni and Marius Stankevicius so was left with little option but to go with the best back four available, whilst a first-choice attack of Miroslav Klose, Djibril Cisse and Hernanes was fielded. Changes were made to midfield, with Lorik Cana and Alvaro Gonzalez joining Senad Lulic.

Klose had an early chance when put through by Gonzalez’ excellent pass but saw his effort saved by the opposition ‘keeper’s feet.

At the other end, former Bologna forward Adailton proved to be a danger from set-play, almost seeing Giuseppe Biava deflect one of his free-kicks into his own net and then finding the unmarked Mike Temwanjera who forced a good save from Federico Marchetti.

Vaslui finished the first 45 by forcing another good save out of Marchetti from Gladstone’s effort

The second half saw the home side’s Temwanjera have an effort ruled out for offside before Lazio substitutes Giuseppe Sculli and Tommaso Rocchi both missed good chances at the other end - Sculli notably fluffing his lines in the final minute in front of an open goal.

With the final 0-0 put against the 2-2 result Vaslui achieved in Rome in the reverse fixture, the Romanians are left with the upper hand going into the final round of fixtures.

Their better head-to-head record means Lazio will need them to drop points in matchday six if the Aquile are to have any hope of progressing to the knockout round.

Vaslui 0-0 Lazio

Vaslui: Cerniauskas; Milanov, Papp, Farkaş, Milisavljevic; Pavlovic, Adailton, Gladstone (Zmeu 71), Sânmărtean; Temwanjera (Bello 90), Buhaescu (Jovanovic 58)

Lazio: Marchetti; Konko (Kozak 87), Biava, Diakitè, Radu; Cana, Gonzalez, Lulic (Sculli 59); Hernanes; Klose, Cisse (Rocchi 72)

Ref: Mazic (SRB)
http://www.football-italia.net/node/13401

Peluang Lazio di Liga Eropa Semakin Berat

0 komentar


Peluang Lazio untuk lolos dari putaran berikutnya Liga Eropa UEFA musim ini kian berat setelah mereka hanya mampu bermain imbang tanpa gol saat bertandang ke markas FC Vaslui.

Lazio dan Vaslui kini sama-sama mengemas enam angka. Namun di laga terakhir nanti, Vaslui akan melakoni partai away dengan tim yang lebih lemah FC Zurich. Sedangkan Biancoceleste mereka harus menjamu pimpinan klasemen Sporting Lisbon. Yang membuat peluang tim asuhan Edy Reja itu kian tipis, mereka kalah selisih gol dari Vaslui. Kemenangan 3-0 atas Lisbon di partai terakhir nanti, baru bisa menjamin mereka lolos nantinya.

Sementara itu, Stoke City memastikan dirinya menjadi satu-satunya wakil Inggris yang lolos dari putaran pertama Liga Europa UEFA ini. Kenwyne Jones menjadi penyelamat Stoke dari kekalahan setelah sebelumnya Mathew Upson mencetak gol bunuh diri di pertengahan babak pertama. Hasil imbang itu sudah memastikan tiket Stoke ke babak selanjutnya.

Wakil Inggris lainnya yang bertanding semalam, Fulham, menyusul hasil dua wakil Inggris yang kalah sehari sebelumnya yakni Birmingham, Tottenham. The Cottagers kalah tipis 1-0 saat melakoni away ke klub Belanda FC Twente. Meski kalah, Fulham masih berpeluang lolos ke babak berikutnya. Partai terakhir di kandang menjamu Odense menjadi penentu apakah poin mereka bisa terkejar oleh Wisla Krakow yang mengemas 6 angka.

Niko Kranjcar Diburu Klub Italia

0 komentar

Gelandang Tottenham Hotspur, Niko Kranjcar, dikabarkan diminati oleh klub-klub Serie A Italia.

Lazio dan Fiorentina sedang memantau situasi pemain asal Kroasia tersebut setelah ada kabar yang menyebutkan bahwa Harry Redknapp telah kehilangan kepercayaan pada Modric yang terus dilanda masalah cedera.

Durasi kontrak Kranjcar saat ini juga hanya tinggal menyisakan dua tahun, dan kemungkinan besar kontraknya tidak akan diperpanjang lagi mengingat Scott Parker dan Luka Modric masih berada di White Hart Lane.

Dengan demikian, Kranjcar diperkirakan akan dipersilahkan mencari klub baru apabila ada yang mengajukan penawaran sebesar £7 juta.
http://www.goal.com/id-ID/news/784/transfer-pemain/2011/12/02/2783725/niko-kranjcar-diburu-klub-italia

Never count out Marchetti

Kamis, 01 Desember 2011 0 komentar


After a year on the sidelines at Cagliari, Italy’s 2010 World Cup ‘keeper Federico Marchetti is getting back to his best at Lazio. Antonio Labbate writes on his extraordinary career.

It was chucking it down in Cassola, the small northern Italian town in the province of Vicenza. If ever there was cats and dogs weather then this was it. The impending game wasn't called off, but the Coach had some last minute selection problems.

The regular goalkeeper was one of a number of teenagers who hadn't been allowed out into the wet, windy and muddy conditions by their over protective Italian mothers. “Who wants to go in goal?” desperately asked the tactician. “I'll give it a go,” responded the side's 13-year-old striker.

“That's when I fell in love with the position,” says Lazio custodian Federico Marchetti. “The role of the goalkeeper is a fascinating one. You're the side's last man, you are all alone and you can't afford to make any mistakes.”

Today Marchetti is one of Serie A's most in-form net-minders, but his career, indeed his life, has been far from simple. In March 2005, while travelling with two Pro Vercelli teammates, their car was involved in an accident that saw it burst into flames. Miraculously they all survived and he remembered the incident by having the Hail Mary prayer tattooed to his arm.

“When you stare death in the face, it leaves something inside of you forever,” he states. “It was a terrible experience which I will always remember. I lost two friends in a previous road accident and I thought I would end up the same way. Someone up there is looking after me.”

Having nearly lost his life, Marchetti almost threw away his career soon after. Torino's financial collapse temporarily left him without a club and the youngster was ready to quit altogether. He hung in there though and everything changed following his €500 move – that's not a typo – to Albinoleffe.

Marchetti admits that it was his time with the Bergamo minnows where he started his dramatic rise to the very top. Two seasons in Serie B with Albinoleffe were enough to attract the attention of First Division outfit Cagliari. Then in 2010, five years after asking Gianluigi Buffon for an autograph in a Turin restaurant, he replaced the Juventus custodian during Italy's opening World Cup game.

In all honesty, Marchetti struggled to perform under the pressure of filling in for Gigi. The fact that he was also playing behind one of the worst Italian sides to ever take part in a World Cup didn’t help either. Yet the goalkeeper was still a wanted man on the transfer market once he returned to the peninsula and he thought it was time to better himself.

“I had high hopes of joining Sampdoria, but in the end I cost too much,” he told the Gazzetta dello Sport. “It’s normal to be ambitious. I wanted to improve, a new challenge, the chance to grow in the Champions League. But I have strong feelings for Cagliari.”

It was an interview which didn’t go down too well with Cagliari chief Massimo Cellino or some of the fans, who subsequently heckled him during his first pre-season outing. “It would have been better if he had told me his wishes first,” stated the Rossoblu patron. “I didn’t like reading such things in the newspapers.”

What followed was somewhat bizarre. The club took the extraordinary decision of freezing the player out of the first team squad and then refusing to sell him. Although later being publically re-integrated into the set-up, he was then omitted from the first team for tactical reasons which whiffed of a cover up in order to safeguard the club from punishment.

In the space of a matter of weeks, Marchetti had gone from Italy’s first choice goalkeeper at the World Cup to a reserve for Michael Agazzi. “My client was punished for not being a hypocrite,” stated agent Beppe Bozzo.

Marchetti, though, is not one to hold grudges. He may have lost a year of his career through no real fault of his own, but he knew that life would eventually offer him new opportunities. He was well aware that he would get his chance to move on in the summer of 2011.

“I paid a high price for having a dream of playing in the Champions League with Sampdoria,” he adds. “There was a misunderstanding, but I owe Cagliari and President Cellino a lot. They believed in me and I’ll never forget that.”

Marchetti was paired with a number of clubs over the summer. Milan and Juve made contact with his representative, but swapping one bench role for another made no sense. He needed first team football and Lazio duly obliged by selling Fernando Muslera to Galatasaray and paying the €5.2m release clause in Federico’s Cagliari contract.

It was the end of a nightmare, but it would take some time for the goalkeeper to familiarize himself with his own ability. You can’t just get rid of nine months’ rustiness with a magic wand – you need help. Step forward Adalberto Grigioni, Lazio’s goalkeeping Coach who was transformed into Marchetti’s shadow during pre-season.

It has taken a fair few weeks for the 28-year-old to rediscover the assuredness that a Serie A ‘keeper needs, but there is no doubt he’s now found that. His performance in the 0-0 draw at Napoli was of the highest quality – he himself said it was amongst the top three of his career – the Biancocelesti faithful are, albeit prematurely, hailing him as the heir to Angelo Peruzzi and he’s dreaming of an Azzurri recall.

“I’m working hard to get back into the international set-up as I really miss it,” he admits. “I want to give boss Cesare Prandelli some selection problems. I’ve never been to Poland or the Ukraine, perhaps I’ll go at the right time…”

On current form Marchetti is certainly in with a great chance of being one of the three goalkeepers that eventually go to Euro 2012. But, even if he doesn’t make it, you get the feeling that the custodian won’t throw in the towel. He’ll just set himself a new target.

“I left home at the age of 14 and a lot has happened to me since then,” he adds. “The important thing is to never give up. With professionalism and sacrifices, your values and the truth will always rise to the top.” Rain or shine, Marchetti will be ready for anything.
http://www.football-italia.net/node/13380

Reja wants Europa progression

0 komentar

Lazio tactician Edy Reja has demanded a victory in Romania during Thursday’s Europa League clash with FC Vaslui.

The Biancocelesti have stuttered in Group D, but the Coach has made it clear that he wants a place in the knock-out stages of the competition.

“We want to go forward in the Europa League and we’ll therefore do all that we can to win,” he said. “We don’t have any alternatives.

“I want a great performance out there from Lazio. I want 100 per cent from everyone.”

The Italian giants are third in their group, four points behind leaders Sporting and level with Vaslui – a side who collected a 2-2 draw in Rome earlier this season.

“In the home game we complicated our lives a little,” Reja added. “But we know them better now and we have to be clever to exploit their weaknesses.”

With the January transfer window now just a month away, the tactician was unsurprisingly asked whether he expected the club to take advantage of the opportunity.

“We’ll evaluate the transfer market whether we progress in the Europa League or whether we go out,” he added.

“I’ll speak with the club and we’ll make a decision together. If we get the chance to improve the squad then we’ll make a few alterations.”
http://www.football-italia.net/node/13377

FC Vaslui Vs Lazio: Wajib Tiga Poin

0 komentar

Sporting Lisbon menjadi tim pertama yang lolos dari Grup D Europa League. Kini, masih ada satu tiket tersisa ke babak 32-besar yang akan diperebutkan tiga tim. FC Vaslui dan Lazio berada di urutan terdepan.

Kebetulan juga, kedua tim akan saling baku hantam pada matchday 5 untuk memastikan tiket tersebut. Dengan sama-sama mengoleksi lima poin, dan unggul tiga angka dari penghuni dasar klasemen, FC Zurich, Vaslui dan Lazio butuh kemenangan untuk memastikan lolos.

Pasalnya, jika hanya bermain imbang, sementara FC Zurich mampu merebut tiga angka dari Sporting, pertarungan sengit masih akan berlanjut hingga matchday pamungkas. Ketiga tim masih memiliki peluang yang sama untuk merebut tiket babak 32-besar.

Atas dasar perhitungan tersebut, ambisi Lazio dipastikan meninggi. Kekalahan menyakitkan dari Juventus di Serie-A tentu ingin ditransformasi menjadi kemenangan di Europa League. Apalagi, disingkirkan Vaslui, yang notabene levelnya masih di bawah, tentu akan menjadi aib bagi I Biancoceleste. Namun, tantangan Lazio cukup berat. Rekor kandang Vaslui sejauh ini cukup apik. Dan tabu itu yang harus dipatahkan kubu I Aquile.  (Irawan)

STATISTIK PERTEMUAN

Saat bermain di Stadion Olimpico, Vaslui berhasil merebut satu angka dari hasil imbang 2-2.
FC VASLUI

Vaslui memiliki rekor kandang yang bagus di kompetisi Eropa. Meraih enam kemenangan dan empat kali imbang sejak melakoni debut pada 2008.
Vaslui saat ini berada di posisi tiga di Grup D dengan poin lima dari empat laga. Menang sekali, dua seri, dan sekali kalah.
Dari lima pertandingan terakhir, Vaslui menang tiga kali, sekali seri, dan sekali kalah. Pada laga terakhir, mereka kalah atas Sportul Studentesc dengan skor 0-1.
LAZIO

Lazio menderita tiga kekalahan dari lima laga tandang terakhir di Eropa.
Lazio berada di posisi dua dengan lima poin dari empat laga. Menang satu kali, dua kali seri, dan sekali kalah.
Striker Lazio, Tommaso Rocchi tinggal berselisih satu gol lagi untuk mencapai koleksi ke-100 bagi klub.
Dari lima pertandingan terakhir, Lazio menang tiga kali, sekali seri, dan sekali kalah. Pada laga terakhir, mereka kalah 0-1 dari Juventus.
Stefan Radu berpeluang bereuni dengan pemain Vaslui, Silviu Balace. keduanya sama-sama memperkuat Dinamo Bucuresti pada 2007.
PRAKIRAAN LINE-UP 
FC Vaslui: Cerniauskas; Farkas, Papp, Sanmartean, Jovanovic, Zmeu, Milisavljevic, Wesley, Costin, Temwanjira, Adailton.
Lazio: Marchetti; Konko, Diakite, Radu, Stankevicius; Brocchi, Ledesma, Hernanes, Lulic; Klose, Rocchi.

PREDIKSI DUNIASOCCER 
FC Vaslui menang: 26%
Seri: 46%
Lazio menang: 28%
http://www.duniasoccer.com/Duniasoccer/Tribun/Preview/FC-Vaslui-vs-Lazio-Wajib-Tiga-Poin

Comeback Andre Dias Tertunda

0 komentar

Lazio menerima kabar kurang menyenangkan dari meja pengobatan. Salah satu bek andalannya, Andre Dias bakal memperpanjang masa istirahatnya sampai akhir tahun 2011.

Bek asal Brasil ini sudah tak tampil semenjak bentrok dengan Parma pada awal bulan November lalu. Cedera otot yang menghampirinya itu membuat pemain berusia 32 tahun ini terpakir di tiga laga terakhir Biancocelesti.

Malah, nampaknya pengistirahatan Dias akan lebih lama. Dari hasil scan yang dilakukan baru-baru ini, dokter klub, Stefano Lovati mengklaim bahwa Andre Dias belum boleh turun ke lapangan hijau lantaran masih jauh dari bugar.

"Kami masih menunggu hasil dari beberapa tes lagi, tapi saya yakin ia butuh waktu tiga pekan untuk pulih sepenuhnya," ujar Lovati .

"Saya menduga dia mengalami pembengkakan pada ototnya," lanjut sang dokter.

Bergabung dari Sao paulo di bulan Februari tahun 2010, posisi Dias tak tergantikan sebagai defensore utama Aquile. Tercatat, sudah 45 laga ia kemas bersama Lazio.
http://www.bolanews.com/liga/liga-italia/37371-Comeback-Andre-Dias-Tertunda.html

Reja: Juve Harusnya Diganjar Kartu Merah dan Penalti!

0 komentar

Edy Reja mengumbar kekesalannya pada wasit yang memimpin pertandingan Lazio kontra Juve diStadion Olimpico kemarin, setelah timnya menelan kekalahan 0-1 dari sang tamu.

Biancocelesti harus merelakan tiga poin dicuri Juve yang unggul melalui gol tunggal Simone Pepe, namun Reja menyoroti insiden di babak pertama ketika tendangan chip Tommaso Rocchi sudah mengecoh Gianluigi Buffon namun membelok keluar setelah mengenai tangan Andrea Barzagli.

"Kami tak beruntung dengan insiden itu, karena jelas ada penalti dari tendangan Rocchi dan Barzagli seharusnya dikartu merah," keluh Reja.

"Andai wasit mengetahuinya, itu jelas penalti dan kartu merah langsung, dalam pandangan saya. Sayangnya, hal itu terbukti menjadi penentu. Mungkin wasit hanya tak melihat itu, tapi keputusan itu amat mengecewakan."

"Kami puas dengan performa kami dan reputasi kami tak rusak karena hasil ini, karena kami bertarung sama kuatnya dengan Juve. Memang benar kami harusnya tampil lebih baik, karena kami punya peluang."

"Sayangnya kami terlalu lelah di akhir laga untuk sungguh-sungguh melancarkan serangan demi menyamakan kedudukan. Juve bermain baik dan saya pikir ini bisa jadi tahun mereka, juga karena mereka tak perlu khawatir dengan komitmen di Eropa," tambah Reja.

"Kami membuktikan malam ini jika kami berhak berada di papan atas dan kami seharusnya bisa menang."
SUMBER : http://www.bola.net/italia/reja-juve-diganjar-kartu-merah-dan-penalti-532a9b.html

Permalukan Lazio, Juve Kembali Berkuasa

Senin, 28 November 2011 0 komentar

Juventus berhasil kembali ke puncak klasemen Serie A setelah gol tunggal Simone Pepe menghantarkan mereka mempermalukan tuan rumah Lazio 1-0 di Stadion Olimpico, Sabtu (26/11).

Tambahan tiga angka ini membuat Juve mengusur Udinese yang sempat berkuasa sehari. Dengan mengemas 25 angka, Juve unggul satu poin dari Udinese dan dua angka dari Lazio.

Pertandingan berlangsung menarik sejak awal karena kedua tim sama-sama bermain cepat dan terbuka. Juve mendapat peluang emas pertama di laga ini di menit ke-10 saat sundulan gelandang Claudio Marchisio masih melambung.

Sebuah tendangan bebas Andrea Pirlo pada menit 16 memaksa penjaga gawang Lazio Federico Marchetti jatuh bangun menyelamatkan gawangnya. Beruntung bagi Lazio karena bola muntah yang disambar Stephan Liechtsteiner masih melebar.

Tiga menit kemudian, gantian Lazio yang mengancam lewat penyerang gaek Tommaso Rocchi yang masih bisa digagalkan kiper Juve Gianluigi Buffon. Di pertengahan babak pertama tendangan jarak jauh yang dilepaskan gelandang Lazio Hernanes juga dengan mudah dapat diamankan Buffon.

Lazio seharusnya bisa memimpin di menit 33 ketika Rocchi lepas dari jebakan off-side, sayangnya Buffon dengan gemilang bisa menepis tembakan eks pemain Empoli itu.

Kegagalan ini harus dibayar mahal karena semenit kemudian serangan balik Juve membuahkan gol pembuka saat umpan tarik Alessandro Matri dengan mudah dicocor Pepe yang berdiri tanpa kawalan.

Selang beberapa menit kemudian Pepe hampir menggandakan keunggulan Juve saat lepas dari jebakan off-side, tapi Marchetti dengan cepat keluar dari sarangnya guna menghalau bola.

Lazio mencoba meningkatkan frekuensi serangannya setelah turun minum. Papan skor seharusnya berimbang saat laga berjalan sejam ketika tendangan keras kaki kiri Hernanes cuma mengenai tiang gawang Juve.

Semenit kemudian peluang emas kembali menghampiri Lazio, kali ini tendangan melengkung Miroslav Klose dengan cekatan mampu ditepis Buffon.

Pemain pengganti Emmanuele Giaccherini nyaris menambah keunggulan Juve pada menit 72 saat tendangannya dari jarak dekat bisa dihalau oleh Marchetti. Sedangkan tendangan voli Matri cuma mengenai tiang gawang.

Lazio berpeluang menyamakan skor tiga menit sebelum bubaran saat tandukan pemain pengganti Djibril Cisse masih bisa diselamatkan Buffon.
http://biangbola.com/news/berita-liga-italia/2011/11/27/permalukan-lazio-juve-kembali-berkuasa.html

Reja rage: 'Penalty and red card'

Minggu, 27 November 2011 0 komentar

Edy Reja raged at the referee after Lazio’s defeat to Juventus. “There was a clear penalty and Andrea Barzagli should’ve been sent off.”

The incident occurred in the first half, when Tommaso Rocchi’s chip over a beaten Gigi Buffon took a deflection off Barzagli’s hand to go off target.

“We were unlucky with the incidents, as there was a clear penalty on Rocchi’s shot and Barzagli should’ve been sent off,” said the Coach of the 1-0 result.

“Had that been spotted, it was a spot-kick and a straight red card, in my view. Unfortunately, it proved to be decisive. Maybe the referee just didn’t see it, but his decision was very disappointing.”

Simone Pepe snatched the only goal of the game on a classic counter-attack in this top of the table clash.

“We are satisfied with the performance and do not come out of this with our reputation damaged, because we fought on equal terms with Juve.

“It’s true we should have done something more, as we had the chances. It’s a shame we were too tired at the end to really mount an assault for the equaliser.

“Juventus played well and I think it can be their year, also considering they have no European commitments to worry about. We proved tonight that we deserve to be in the top spots and could even have won.”

Giornata 13 : Lazio 0 - 1 Juventus

0 komentar

Simone Pepe gave Juventus a victory at the Olimpico that tastes of Scudetto ambitions, though Gigi Buffon and the woodwork denied Lazio.

These teams were joint top going into this weekend, so it was a huge test of their Scudetto potential. Andrea Pirlo passed a last-minute fitness test to start despite a knock to the knee, while it was like a derby for ex-Roma star Mirko Vucinic. Lazio missed Stefano Mauri, Libor Kozak, Andre Dias and Francelino Matuzalem, while Juve youth product Tommaso Rocchi pushed Djibril Cissè on to the bench.

The Bianconeri’s last defeat at the Olimpico was in 2003 and some fans thought they had scored after 10 minutes when Claudio Marchisio got in front of his market and Federico Marchetti to meet Stephan Lichtsteiner’s cross, but the header skimmed the bar to land on the roof of the net.

Alessandro Matri was pulling the trigger on another Lichtsteiner assist before Mobido Diakite’s crucial sliding tackle.

Pirlo took Marchetti by surprise with a free kick that swerved viciously in the air, but the goalkeeper managed to change direction to palm it off the line and Giorgio Chiellini fired the follow-up wide from close range.

Lazio also threatened, as Rocchi got in front of Leonardo Bonucci and chipped the on-rushing Gigi Buffon to force a corner. Replays show the ball struck Andrea Barzagli’s hand, but it seemed to be involuntary. From that corner, Cristian Ledesma’s screamer sailed over the bar.

Simone Pepe, in the pink away shirt, shook off a defender to curl over and Buffon smothered a Hernanes daisy-cutter.

Hernanes threaded through to release Rocchi and Buffon desperately charged it down with his legs. In the same move, Juventus went on the counter-attack with Matri, who rolled across from the left for the unmarked Pepe’s daisy-cutter finish.

Cristian Brocchi picked up a knock in the first half and made way for Gonzalez. The substitute created a good chance by pulling back for Hernanes, but former teammate Lichtsteiner’s sliding tackle was decisive, as Lazio came out fighting for the second period.

Chiellini needed a desperate challenge to stop Klose in the box and Lazio went even closer on 59 minutes when Hernanes’ snapshot from the edge of the area cracked against the base of the near post.

The pressure was all Lazio, as Marchisio’s yellow card rules him out of the next game with Napoli and Buffon flew to palm away a right-foot Klose curler.

Emanuele Giaccherini’s introduction seemed to restore balance and Juventus nearly made it 2-0, as the substitute spun round in the area to force a sensational one-handed save from Marchetti.

Lazio had a good opportunity wasted by Giuseppe Sculli’s misplaced pass, but Matri ran on to an Arturo Vidal through ball for an angled drive that clipped the edge of the far post.

Lazio: Marchetti; Konko, Diakite, Stankevicius, Radu; Ledesma, Brocchi (Gonzalez 46), Lulic (Sculli 70); Hernanes; Rocchi (Cisse 65), Klose
Juventus: Buffon; Lichtsteiner, Bonucci, Barzagli, Chiellini; Vidal, Pirlo, Marchisio; Pepe (Estigarribia 80), Matri (Quagliarella 84), Vucinic (Giaccherini 66)

Siapa itu S.S. Lazio?

Sabtu, 26 November 2011 0 komentar

S.S. Lazio (Società Sportiva Lazio SpA) adalah sebuah tim sepak bola Italia yang berbasis di kota Roma, didirikan pada 9 Januari 1900. Lazio telah menjuarai Serie A sebanyak dua kali, menjuarai Coppa Italia lima kali, Piala Super Italia tiga kali, serta masing-masing sekali menjuarai Piala Winners dan Piala Super Eropa.
Kostum utama Lazio berwarna biru langit untuk kaos dan berwarna putih untuk celana dan kaos kaki. Stadion kandang mereka, Stadion Olimpico di Roma berkapasitas 72,698 tempat duduk, Selain itu Lazio memiliki rival sekota, yaitu A.S. Roma. Lazio dengan A.S. Roma telah bersaing untuk waktu yang lama, mereka menjalankan pertandingan sepak bola yang dikenal sebagai Derby della Capitale (Derby Kota Roma) sejak tahun 1929.

Selain itu Lazio adalah sebuah klub olah raga yang berpartisipasi dalam tiga puluh tujuh cabang olah raga, sehingga merupakan klub olah raga yang membawahi cabang olah raga terbanyak di seluruh Eropa.

Awalnya didirikan sebagai klub atletik, seksi sepak bola dibentuk pada tahun 1902. Hingga saat ini klub Lazio membawahi berbagai cabang olah raga, antara lain baseball, kriket, dan rugby. Pada musim kompetisi 2005/2006 berakhir, Lazio bersama dengan beberapa tim lain (AC Milan, Juventus, Fiorentina, dan Reggina) dijatuhi hukuman pengurangan poin akibat skandal calciopoli yang menghebohkan Italia.

Musim 1999-2000 merupakan masa emas bagi klub ini sepanjang kiprah mereka di kompetisi sepak bola profesional Italia dan Eropa dengan merebut berbagai gelar bergengsi.